Desa Jangglengan adalah salah satu desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Adapun potensi yang dimiliki desa terus berkembang hingga saat ini, salah satunya adalah Taman Lembayung Senja. Taman ini berada tepat di depan Kantor Kepala Desa Jangglengan, taman ini menjadi pelengkap keasrian Desa Jangglengan.

 

Selaras dengan visi misi Bapak Sutoyo selaku kepala desa Jangglengan, beliau menghendaki desa Jangglengan menjadi desa wisata dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih representatif. Oleh sebab itu, beliau mengutarakan gagasannya terkait pembuatan taman desa serta mengajak masyarakat untuk mewujudkan pembangunan taman tersebut agar bisa menjadi bagian dari program desa wisata.

Taman Lembayung Senja bukan hanya bisa dikunjungi oleh masyarakat desa Jangglengan namun juga dibuka untuk umum yaitu masyarakat dari luar desa Jangglengan. Saat pembukaan awal, taman tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat. Antusiasme masyarakat dari luar desa seperti Wonogiri, Sukoharjo, Solo, Klaten, dan Boyolali terhadap taman Lembayung Senja juga cukup tinggi. Sebelum pandemi Covid-19 banyak warga yang memanfaatkan taman untuk berolahraga pagi dan sore, senam di akhir pekan, dan untuk wahana bermain anak-anak di sore hari. Selain digunakan untuk hal tersebut, sebelum adanya Covid-19 taman Lembayung Senja juga rutin digunakan untuk pentas seni seperti reog, wayang orang, wayang orang, live music dan berbagai kegiatan lainnya.

Taman tersebut dibangun selama kurang lebih dua bulan pada tahun 2020. Pemerintah desa sendiri tidak menyewa tenaga kerja dari luar untuk membangun taman, melainkan memanfaatkan tenaga dari masyarakat setempat dan berbagai elemen masyarakat. Seluruh material yang digunakan untuk pembangunan taman menggunakan dana desa Jangglengan sendiri sehingga tidak melibatkan dana dari luar desa. Saat proses pembuatan taman Lembayung Senja, para tenaga kerja menemui berbagai kendala seperti hujan yang turun secara intensif sehingga menghambat kesulitan proses pembangunan. Sementara itu, talut (dinding penahan tanah) sempat bergeser dikarenakan kondisi tanah yang kurang memadai dan susunan talut yang kurang padat saat pengurukan namun masalah sudah bisa ditangani dengan baik oleh masyarakat. Bapak Sutoyo berharap kedepannya, tata letak tanaman di taman akan diperbaiki lagi, ada penambahan rumput, dan bunga-bunga taman yang lebih menarik lagi.

 

Ditulis oleh : Jenya Cahya Paramitha